Di MiraChat, Semantic Chat Index membantu MiraAI memahami konteks sebelum menjawab. Chat, Catalogue by Mira, knowledge, dan customer memory disusun menjadi bahan kerja yang siap dipakai.
Jadi saat customer tanya harga, slot, aturan booking, atau follow-up, MiraAI tidak menebak. Ia mencari bukti yang paling relevan, menyiapkan draft yang masuk akal, memberi label CRM bila perlu, dan menyerahkan lead ke admin saat butuh keputusan manusia.
Chat
kak slot sore masih ada?
pesan terbaru
Catalogue
Treatment · 2 slot · FAQ
data ketersediaan
Knowledge
SOP booking + refund
aturan jawaban
Memory
pernah tanya budget
konteks lead
source
bukti cocok
recency
pesan terbaru menang
confidence
aman untuk draft
Draft
Balasan siap dicek admin.
MiraAI Label
Intent dan stage lead terbaca.
Human Handoff
Lead butuh admin, chat ditahan.
bukti: catalogue
handoff: lead ini saja
label: CRM reversible
Yang masuk ke index
Pesan terbaru customer, riwayat yang relevan, media yang bisa dibaca, dan arah percakapan.
Produk atau layanan, harga, qty/slot, ketersediaan, FAQ, dan panduan jawaban yang sudah kamu isi.
SOP, price list, kebijakan booking/refund, dan aturan brand yang perlu MiraAI hormati.
Minat, keberatan, preferensi, stage, dan konteks follow-up dari tiap lead.
Index pipeline
Bayangkan ini seperti meja kerja admin yang dirapikan otomatis. Pesan customer, data catalogue, knowledge, dan memory lead disusun supaya MiraAI tahu mana fakta utama dan mana yang perlu dicek manusia.
01
Setiap pesan, item catalogue, knowledge, dan memory masuk sebagai konteks yang terikat workspace dan waktu.
02
MiraChat merapikan maksud chat, nama item/layanan, qty/slot, media, dan identitas kontak agar mudah dicocokkan.
03
MiraAI mencari bukti yang paling nyambung dengan pertanyaan customer, bukan mengambil semua data mentah sekaligus.
04
Bukti diprioritaskan berdasarkan sumber, kebaruan, ketersediaan, dan tingkat keyakinannya.
05
MiraAI memilih langkah yang paling aman: draft, label, queue Auto Pilot, follow-up, atau handoff ke admin.
06
Admin tetap bisa melihat alasan keputusan, sumber konteks, status queue, dan label yang muncul.
Context contract
Bagian ini menjelaskan apa yang boleh dipakai MiraAI dan apa yang sengaja tidak boleh ia tebak.
Operational insights
Tujuannya sederhana: admin tidak perlu membuka banyak sumber hanya untuk menjawab pertanyaan berulang, tapi keputusan penting tetap tidak dilepas begitu saja ke AI.
MiraAI mencari bukti yang paling relevan dulu, baru menulis. Ini membantu jawaban tetap masuk akal saat customer tanya harga, slot, lokasi, atau SOP.
Timestamp terakhir dan unread baseline menjaga pesan baru tidak ketutup state lokal. Admin tidak perlu refresh manual hanya untuk melihat badge terbaru.
Human Handoff hanya menahan lead yang butuh admin. Queue, follow-up, dan Auto Pilot untuk lead lain tetap jalan.
Lead status, pipeline stage, AI intent, dan interest tag menjadi chip MiraAI yang bisa diaudit dan tetap beda dari label WhatsApp native.
Output yang admin lihat
Pada akhirnya index ini harus membuat balasan lebih cepat, label lebih rapi, dan handoff tetap per lead. Satu lead yang butuh admin tidak boleh mematikan alur otomatis untuk lead lain.
Artinya lead butuh judgement, approval, atau data tambahan dari manusia. MiraAI menahan chat itu supaya admin bisa masuk di momen yang tepat.
Draft
MiraAI menyusun balasan dari bukti yang ketemu, jadi admin tinggal cek, edit, atau kirim.
MiraAI Label
MiraAI bisa memberi chip CRM seperti intent, stage, dan interest tag tanpa mengubah label WhatsApp native.
Human Handoff
Kalau lead butuh keputusan manusia, chat itu dialihkan ke admin; lead lain tetap berjalan otomatis.
Decision matrix
Ini cara sederhana membaca hasil akhirnya dari sisi operator.