Mulai
Urutan setup yang disarankan
MiraChat adalah WhatsApp CRM dan AI sales inbox untuk tim commerce: sinkron kontak, thread chat, grup/komunitas, read/unread, pin, archive, dan foto dari WhatsApp; lalu membantu admin dengan MiraAI draft, customer memory, Auto Pilot otonom ber-guardrail, dan guarded broadcast. Pakai sebagai assistive inbox lebih dulu. Setelah knowledge dan draft AI stabil, buka Auto Pilot untuk chat personal yang lolos guardrail; MiraAI boleh menjawab atau bertanya konteks tanpa membuat komitmen sensitif.
| Step | Area | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| 1 | Workspace | Isi profil bisnis, alamat/pickup, area layanan, timezone, tone, dan aturan handoff. |
| 2 | Scan QR dari onboarding atau menu Pengaturan. Nomor WhatsApp menjadi channel workspace, bukan login user. | |
| 3 | Sync native | Klik Sync untuk menyelaraskan kontak, nama, foto, group, komunitas, read/unread, pin, archive, dan thread list. Riwayat chat lama tetap lazy saat thread dibuka atau ada interaksi baru. |
| 4 | Knowledge | Masukkan katalog, harga, stok, FAQ, SOP komplain, dan kebijakan refund. |
| 5 | MiraAI | Pilih MiraChat Credit, BYOK, atau OAuth. Uji koneksi sebelum masuk inbox. |
| 6 | Assist Mode | Test minimal 3 draft dari chat nyata sebelum Auto Pilot dinyalakan. |
Mulai
Versi MiraChat: yang sudah siap dan yang akan datang
Kami transparan soal apa yang sudah bisa kamu pakai sekarang dan apa yang sedang disiapkan. V1 (native WhatsApp) sudah ready dan dipakai. V2 (jalur WhatsApp Official untuk broadcast) masih dalam pengembangan dan ditandai upcoming.
V1 — Tersedia sekarang (Ready)
ReadyVersi yang kamu pakai hari ini. Native dengan WhatsApp lewat koneksi QR: kontak dan thread tersinkron, plus seluruh fitur inbox dan MiraAI sudah jalan.
| Kemampuan V1 | Status |
|---|---|
| Native sync WhatsApp (kontak, thread, grup/komunitas, label, pin, archive, read/unread, foto) | ✅ Tersedia |
| Inbox unified + composer + media (gambar, voice note, video) | ✅ Tersedia |
| MiraAI (MiraChat Credit / BYOK / OAuth), draft, customer memory, Human Engine gate | ✅ Tersedia |
| Safe Auto Pilot + Auto Follow-Up unik H+3/H+7 | ✅ Tersedia |
| Guarded Broadcast (eligibility, opt-out, jadwal teraudit) | ✅ Tersedia |
| Knowledge base/RAG, Catalogue by Mira, multi-workspace, Laporan, Pengaturan | ✅ Tersedia |
V2 — WhatsApp Official untuk Broadcast
UpcomingRencana berikutnya: menambah jalur WhatsApp Business API resmi (Meta) khusus untuk broadcast/blast, berdampingan dengan inbox native V1 yang tetap berjalan. Tujuannya agar blast lebih aman dari risiko limit dan MiraChat bisa melayani kebutuhan yang lebih besar. Bagian ini belum aktif.
| Rencana V2 | Untuk kamu |
|---|---|
| Connector WhatsApp Official (Meta) | Status koneksi kedua di Pengaturan, di samping koneksi QR native yang sudah ada. |
| BYO-WABA (bawa akun resmi sendiri) | Kamu menghubungkan akun WhatsApp Business API milikmu. MiraChat adalah aplikasinya, bukan penjual pesan. |
| Broadcast lewat jalur resmi | Blast otomatis lewat connector official saat aktif, dengan template resmi dan audience yang eligible/opt-in. |
| Inbox native tetap utuh | Kontak, grup, dan sync native V1 tidak berubah; broadcast official hanya menambah, bukan mengganti. |
| Transparansi biaya | Biaya pesan WhatsApp resmi ditagih langsung oleh Meta ke akun kamu. MiraChat tidak menambah markup. |
Status: V2 masih dalam pengembangan (upcoming) dan belum aktif. Detail final — termasuk cara aktivasi dan biaya — akan diumumkan saat rilis. Inbox native V1 tetap berjalan penuh dan tidak terganggu oleh V2.
Mulai
Best practice dari onboarding sampai semua menu
Gunakan dokumentasi ini sebagai SOP singkat: setup workspace dulu, validasi knowledge dan engine AI, lalu pakai menu dashboard sesuai tujuan operasionalnya. Setiap menu harus punya fungsi jelas dan tidak boleh hanya menjadi hiasan UI.
Onboarding dan setup awal
| Area | Best practice | Catatan penting |
|---|---|---|
| Workspace | Pastikan nama brand, tipe bisnis, role admin, alamat/pickup, area layanan, timezone, dan currency benar sebelum connect WhatsApp. | Credit, BYOK, OAuth, dan WhatsApp session selalu mengikuti workspace aktif. |
| Multi-workspace | Gunakan workspace pill di sidebar untuk switch atau tambah workspace sebelum mengelola chat. | Workspace baru akan masuk onboarding; credit, WhatsApp, katalog, template, dan MiraAI tidak bercampur. |
| Scan QR hanya dari nomor bisnis yang memang dipakai untuk inbound chat customer. | QR ada di onboarding dan menu Pengaturan. Sync mengambil metadata native WhatsApp; riwayat lama tetap lazy agar sesi tidak berat. Jangan pakai nomor baru untuk blast; mulai dari assist mode dan chat inbound. | |
| Brand Setup | Isi brand profile, nama admin AI, role admin, bahasa balasan, tone, SOP komplain, refund, dan handoff rule. Lihat Live Reply Preview saat mengubah konfigurasi. | Balasan dikirim atas nama brand dan mengikuti konfigurasi yang kamu set. Jangan memakai persona untuk membuat klaim palsu sebagai orang tertentu. |
| Knowledge | Upload company profile, katalog, harga, stok, FAQ, kebijakan pembayaran, pengiriman, refund, dan SOP sensitif. | Dokumen diproses menjadi knowledge. Update setiap ada perubahan katalog atau promo sebelum Auto Pilot aktif. |
| Reply templates | Buat template jika admin ingin shortcut jawaban cepat. | Opsional. Template bukan syarat MiraAI bekerja; sumber utama tetap Brand Setup, Catalogue by Mira, Knowledge, memory customer, dan chat terakhir. |
| MiraAI | Pilih MiraChat Credit untuk zero setup, BYOK untuk API key sendiri, atau OAuth untuk akun AI pribadi. | Credit punya billing/top-up workspace. BYOK mengikuti kemampuan mode yang dipilih; mode text-only tidak bisa membaca gambar/audio/video. OAuth punya risiko quota, perubahan akses, dan compliance akun personal. |
| Testing | Uji minimal beberapa chat nyata: pertanyaan harga, stok, jadwal, komplain, dan pembayaran. | Auto Pilot baru aman dibuka setelah draft stabil dan blocked intent benar tertahan. |
Pemakaian menu dashboard
| Menu | Gunakan untuk | Best practice |
|---|---|---|
| Inbox | Kerjakan chat masuk harian, gunakan filter, baca context, pakai draft AI, lalu kirim/manual edit. | Jika MiraAI menahan balasan, baca alasannya dulu sebelum mengirim manual. |
| Kontak | Cari seluruh kontak personal yang tersimpan dari WhatsApp address book, termasuk yang belum punya riwayat chat di MiraChat. | Buka chat yang sudah ada, atau klik Mulai chat untuk membuka compose sementara. Kontak baru muncul di Inbox setelah pesan pertama benar-benar dikirim. |
| Belum Dibaca & Grup | Cek unread lokal baru, mention, group, dan komunitas dari status native WhatsApp. | Jika unread kosong, berarti tidak ada unread lokal baru di MiraChat. Beberapa unread lama di HP bisa tidak direplay oleh linked-device sync. Group/community diperlakukan sebagai thread manual; Auto Pilot lead tidak berjalan di grup. |
| Mentions | Pantau chat yang menandai admin atau butuh eskalasi internal. | Prioritaskan komplain, pembayaran, VIP, dan order besar. |
| Unassigned / Belum Diambil | Filter chat open yang belum punya admin penanggung jawab. Admin buka chat lalu klik Ambil chat supaya owner-nya jelas. | Paling berguna untuk tim multi-admin; tujuannya mencegah dua admin membalas customer yang sama. |
| Hot Lead | Fokus ke lead dengan niat beli tinggi, tanya harga, slot, checkout, atau produk spesifik. | Jaga balasan cepat, tapi tetap hindari klaim/promo yang tidak ada di knowledge. |
| Butuh Follow-up | Pantau lead potensial yang diam setelah tanya produk, jadwal, atau pembayaran. | MiraAI menentukan calon potensial otomatis; user tidak perlu memilih kontak satu per satu. |
| Terjadwal | Lihat follow-up H+3/H+7 dan balasan Auto Pilot yang menunggu giliran. | Pesan follow-up dibuat unik oleh MiraAI per kontak. Review queue sebelum dikirim kalau promo, stok, atau konteks berubah. |
| Selesai | Filter arsip untuk chat yang sudah resolved: order selesai, issue clear, atau customer tidak butuh bantuan lagi. | Pakai tombol Selesai dari conversation agar inbox aktif tetap bersih. Kalau customer membalas lagi, chat sebaiknya kembali ke Inbox. |
| Broadcast | Buat campaign dari CRM audience: segment, eligibility, opt-out, lead status, preview audience, dan guarded schedule. | Bukan cold blast. Jangan kirim ke opt-out, complaint risk, atau kontak yang ditahan dari automation. |
| Auto Pilot | Control center untuk ON/OFF MiraAI, Built-in Skills, preview cue, queue health, dan audit keputusan. | Mulai setiap skill di Assist. Pindahkan ke Safe Auto Pilot hanya setelah preview dan draft nyata stabil; Human Engine tetap menjadi gate. |
| Brand Setup | Kelola persona admin AI, bahasa balasan, live reply preview, knowledge files, dan reply template opsional. | Nama admin AI boleh custom, tetapi persona tidak boleh dipakai untuk membuat klaim palsu sebagai orang tertentu. |
| Catalogue | Kelola Catalogue by Mira: produk/layanan, harga, qty/slot, ketersediaan, media, FAQ, dan panduan jawaban. | MiraAI membaca data catalogue dari MiraChat. Jika kamu memakai WhatsApp Catalog juga, salin data pentingnya ke MiraChat sebelum AI menjawab harga atau ketersediaan. |
| Laporan | Pantau volume chat, conversion, response time, credit usage, dan automation outcome. | Gunakan untuk audit, bukan cuma vanity metric. |
| Pengaturan | Kelola akun admin, workspace, alamat bisnis, timezone/currency, MiraAI mode, billing credit, BYOK/OAuth credential, dan WhatsApp QR/session. | MiraAI memakai lokasi sebagai konteks operasional, tetapi ongkir, stok, promo, dan janji kirim tetap harus punya data terverifikasi. |
| Integrasi | Pantau connection health: WhatsApp session, MiraAI mode, credit, product, template, broadcast, dan knowledge. | Integrasi adalah pusat status dan shortcut troubleshooting, bukan tempat setup utama. |
| Bantuan | Buka dokumentasi, troubleshooting, dan best practice saat ada gap operasional. | Dokumentasi harus diperbarui setiap ada menu, flow, atau policy baru. |
Produk
Memahami dashboard inbox
Referensi dashboard terdiri dari daftar chat native WhatsApp, percakapan lazy-loaded, composer, dan panel AI Assistant. Panel kanan adalah pusat kontrol untuk memory customer, draft AI, alasan balasan ditahan, suggested follow-up, dan mode AI.

| Area | Fungsi |
|---|---|
| Left rail | Navigasi operasional, workspace switch/tambah workspace, status WhatsApp, dan logout operator. Mentions, Unassigned, Hot Lead, Butuh Follow-up, Terjadwal, dan Selesai adalah filter inbox, bukan halaman terpisah. |
| Contact list | Daftar prioritas chat dengan unread count, label native WhatsApp Business, label lead MiraAI, status follow-up, dan pesan terakhir. |
| Kontak directory | Menu Kontak menampilkan saved personal address book. Admin bisa membuka chat yang sudah ada atau mulai chat manual tanpa mengirim pesan otomatis. |
| Native sync status | Tombol Sync menyelaraskan metadata WhatsApp seperti kontak, nama, foto, group, komunitas, label, unread baru, pin, archive, dan thread list yang tersedia. Angka thread adalah informasi internal, bukan klaim absolut semua chat HP. |
| Conversation | Riwayat chat utama untuk membaca konteks sebelum membalas. History lama dimuat lazy saat thread dibuka atau ada interaksi baru. |
| Reply composer | Tempat admin mengedit draft, menyimpan template, menahan pesan, atau mengirim manual. |
| AI Assistant | Customer Memory, Draft AI, Confidence Score, Safety Check, Suggested Follow-up, AI Mode, dan tombol Auto Pilot. |
| Auto Pilot control | Tombol operasional untuk berpindah dari saran AI ke auto-reply saat aturan aman terpenuhi. |
| Sound & cue | Menu, pesan masuk, dan trigger Auto Pilot punya suara serta visual cue ringan. Operator bisa mematikan suara dari topbar. |
AI
Cara MiraAI membalas secara adaptif dan otonom
Human Engine adalah pondasi yang membuat automation MiraChat berjalan aman, natural, berurutan, dan tahu kapan harus berhenti atau menyerahkan ke admin. Skill adaptif adalah upgrade kecerdasan di atas pondasi itu: MiraAI membaca tahap customer, mood, objection, kebutuhan support, energi chat, dan langkah berikutnya. Emoji dipakai secukupnya saat chat santai/positif, tetapi dihilangkan pada komplain, pembayaran, refund/kompensasi, dan topik sensitif. Otonom bukan berarti bebas; skill memberi rekomendasi, lalu Human Engine menentukan apakah MiraChat boleh menjalankannya.
Adaptive Reply Studio
Pilih satu cue. Lihat bagaimana skill membaca konteks, lalu Human Engine mengendalikan aksinya.
Jawa Tengah / DIY
Customer
Balasan adaptif MiraAI
Yang dibaca skill
Alasan
Balasan tidak membuat klaim bisnis dan mengikuti cue yang customer pakai sendiri.
Batas aman
Tidak mendorong closing setelah customer meminta waktu.
Brand Setup, Catalogue by Mira, Knowledge -> menyediakan fakta bisnis Skill adaptif -> memahami konteks dan memilih playbook Human Engine -> mengecek izin, risiko, ritme, dan stop rule Worker / WhatsApp -> menjalankan aksi yang sudah lolos Hasil akhir -> draft untuk admin, antrekan balasan aman, atau handoff ke manusia
Bagaimana MiraAI beradaptasi
| Sinyal | Cara MiraAI menyesuaikan | Batas aman |
|---|---|---|
| Bahasa dan gaya chat | Menyesuaikan bahasa, tingkat formalitas, panjang pesan, dan energi customer secara konservatif. | Tidak memaksakan dialek atau menebak asal, agama, maupun identitas customer. Jika cue lemah, kembali ke Bahasa Indonesia natural. |
| Emoji adaptif | Memakai emoji ringan saat customer santai, positif, gifting, seasonal, atau celebratory. | Tidak memakai emoji untuk komplain, pembayaran, refund/kompensasi, trust/payment anxiety, dan topik sensitif. |
| Tahap perjalanan customer | Chat awal dijawab informatif; pertimbangan dibantu dengan sales guidance; keputusan diarahkan ke langkah berikutnya; masalah pascapembelian masuk support. | Jika tahap belum jelas, MiraAI bertanya satu hal dulu dan tidak memaksa closing. |
| Mood dan intent | Customer yang penasaran mendapat jawaban ringkas; customer frustrasi mendapat empati dan bantuan; objection ditangani sesuai konteks. | Komplain/refund ringan boleh ditenangkan dan dipancing konteksnya; approval refund, kompensasi, pembayaran, ancaman, dan topik sensitif ditahan untuk admin. |
| Riwayat dan memory | Customer baru diberi konteks dasar; customer lama dapat dilayani dengan mengingat kebutuhan dan percakapan sebelumnya. | MiraAI hanya memakai data workspace aktif dan tidak mencampur customer antar-workspace. |
| Waktu dan momentum | Balasan serta follow-up mengikuti jam operasional dan momentum yang relevan. | Promo, stok, deadline, dan urgency hanya boleh disebut jika datanya benar dan terbaru. |
| Fakta bisnis | Jawaban mengambil sumber dari Brand Setup, Catalogue by Mira, Knowledge, dan chat yang sudah ada. | Kalau fakta belum tersedia, MiraAI bertanya balik atau menyerahkan ke admin, bukan menebak. Permintaan di luar layanan brand, misalnya minta dibuatkan file coding umum, diarahkan balik ke konteks bisnis. |
Bagaimana user mengendalikan otonomi
| Mode atau aksi | Yang dilakukan MiraAI | Kontrol user |
|---|---|---|
| Assist Mode | Menganalisis chat dan membuat draft adaptif. | Admin boleh edit, kirim, tahan, atau abaikan draft. |
| Safe Auto Pilot | Balasan berisiko rendah dapat masuk antrean dan dikirim satu per satu setelah lolos pemeriksaan. | User dapat mematikan Auto Pilot, menahan satu kontak, membatalkan queue, atau mengambil alih chat. |
| Auto Follow-Up | MiraAI memilih lead potensial dan membuat follow-up unik H+3/H+7. | Follow-up berhenti saat customer membalas, chat selesai, opt-out, atau admin menahan automation. |
| Broadcast dan campaign | MiraAI membantu menyiapkan pesan dan audience yang eligible. | User tetap menentukan isi akhir, jadwal, dan aksi kirim. Broadcast bukan cold blast. |
| Kasus sensitif | MiraAI boleh menenangkan dan meminta detail untuk support/komplain/refund ringan, tetapi tidak mengambil keputusan sensitif. | Admin manusia menangani approval refund/kompensasi, pembayaran, komplain marah, order commitment, medis, legal, dan keselamatan. |
Operasional
Keamanan WhatsApp dan risiko limit
Di dokumentasi publik, connector disebut WhatsApp QR Connector. MiraChat menyelaraskan metadata native WhatsApp seperti kontak, thread, grup, komunitas, read/unread, pin, archive, mute, nama, dan foto. Secara operasional, perlakukan nomor seperti admin manusia: jangan mengirim pesan massal, jangan membalas beruntun, dan jangan mengabaikan sinyal opt-out.
| Praktik | Aturan |
|---|---|
| Gunakan inbound chat | Utamakan customer yang memang sudah menghubungi bisnis. Jangan pakai untuk cold blast. |
| Sync bertahap | Metadata thread disinkronkan bertahap, sementara riwayat chat lama dimuat lazy saat thread dibuka atau ada pesan baru. |
| Label native | Label WhatsApp Business tampil sebagai chip dan filter read-only. Untuk V1, edit label tetap dilakukan dari WhatsApp Business agar tidak konflik. |
| Group/community | Grup dan komunitas dibaca sebagai thread WhatsApp, tetapi lead scoring dan Auto Pilot otomatis dimatikan demi keamanan. |
| Jeda manusiawi | Auto-send memakai delay 15-90 detik dan batas harian agar tidak terlihat seperti bot spam. |
| Broadcast terjaga | Broadcast hanya untuk audience yang eligible, tidak opt-out, tidak complaint risk, dan dikirim lewat jadwal yang bisa diaudit. |
| Respect opt-out | Kalau customer minta berhenti, matikan Auto Pilot dan Follow-Up untuk kontak tersebut. |
| Manual untuk risiko | Approval refund/kompensasi, pembayaran, unknown price/stock, customer marah, dan keputusan sensitif harus ditahan untuk admin. Komplain/refund ringan boleh dipancing konteksnya oleh AI. |
Untuk kebijakan resmi, rujuk WhatsApp Business Messaging Policy.
Operasional
Keamanan sistem dan data
Halaman ini transparan soal cara MiraChat menjaga akun, credential, dan data workspace kamu. Ringkasnya: secret sensitif seperti API key dan password dienkripsi atau di-hash sebelum disimpan, akses data dibatasi per workspace, dan nomor WhatsApp terhubung sebagai perangkat tertaut yang bisa kamu putus kapan saja.
| Perlindungan | Cara kerja |
|---|---|
| Enkripsi credential | API key BYOK, token OAuth, dan secret integrasi dienkripsi dengan AES-256-GCM sebelum disimpan ke database. Di layar hanya tampil versi tersamar (mis. sk-1••••f0a2), tidak pernah utuh. |
| Password di-hash | Password admin di-hash dengan scrypt (memory-hard) memakai salt acak per akun. MiraChat tidak pernah menyimpan password aslimu, dan pencocokan login memakai perbandingan timing-safe. |
| Sesi login bertanda tangan | Login memakai token bertanda tangan (JWT HS256) yang diverifikasi timing-safe dan kedaluwarsa otomatis setelah 30 hari. |
| Isolasi antar-workspace | Setiap permintaan terikat ke workspace aktif dari token login. Kontak, chat, credit, knowledge, dan credential tidak tercampur antar-workspace maupun antar-akun. |
| WhatsApp perangkat tertaut | Nomor terhubung lewat QR sebagai linked device, bukan dengan menyerahkan password WhatsApp. Kamu bisa memutus tautan kapan saja dari menu Perangkat tertaut di HP. |
| Engine WhatsApp terkunci | Komponen yang memegang sesi WhatsApp hanya bisa diakses lewat token internal antar-layanan, tidak diekspos ke internet publik. |
| AI memakai credential pilihanmu | Mode BYOK/OAuth memakai kunci milikmu; mode Credit dikelola MiraChat. Sumber jawaban AI dibatasi pada data workspace aktif. |
| Gate keputusan sensitif | Refund, pembayaran, klaim sensitif, dan kasus berisiko ditahan untuk admin manusia, bukan diputuskan otomatis oleh AI. |
Operasional
Auto Pilot otonom ber-guardrail
Auto Pilot boleh membalas calon customer/customer personal secara otonom saat guardrail lolos. Kalau konteks belum penuh tetapi risikonya masih rendah/sedang, MiraAI boleh memancing konteks dengan satu pertanyaan aman. Keputusan sensitif tetap ditahan untuk admin.
| Keputusan | Kondisi |
|---|---|
| Boleh auto-send | Balasan personal yang confidence cukup, termasuk tanya konteks untuk lead/support/komplain ringan tanpa janji sensitif. |
| Draft-only | Confidence terlalu rendah, skill masih Assist, credit habis, knowledge kurang, atau workspace belum mengizinkan Auto Pilot. |
| Needs human | Customer marah, bukti pembayaran, legal/medis/safety, keputusan refund/kompensasi, VIP, order besar, unknown price/stock. |
| No action | Contact opt-out, Auto Pilot off, contact diblokir dari automation, atau percakapan sudah selesai. |
Operasional
Auto Follow-Up tanpa spam
Follow-up dipakai untuk lead potensial yang diam, bukan untuk mengejar customer terus-menerus. MiraAI memilih target potensial otomatis, membuat teks yang unik per kontak, lalu berhenti setelah H+3 dan H+7 atau saat customer membalas.
| Rule | Perilaku |
|---|---|
| Cadence | Follow-up otomatis hanya H+3 dan H+7 setelah lead potensial diam, lalu stop. |
| Teks unik | MiraAI membuat copy follow-up berbeda untuk tiap kontak berdasarkan chat terakhir, memory, produk, dan konteks objection. |
| Jam kirim | Kirim hanya di jam operasional yang diset workspace. |
| Stop rule | Berhenti saat customer membalas, admin resolve, closed, atau opt-out. |
| Manual trigger | Admin boleh klik Follow up sekarang untuk lead potensial, tetapi tetap lewat safety, stop rule, dan copy unik. |
| Tone | Ringan, relevan, dan tidak memaksa. Tujuannya membantu, bukan menekan. |
AI
Knowledge base dan RAG
Jawaban AI harus berasal dari sumber bisnis yang bisa dicek: Brand Setup, katalog produk, customer memory, chat terakhir, dan dokumen knowledge. Jika data kurang, AI bertanya balik atau menahan balasan.
Brand Brain -> tone, SOP, FAQ, forbidden claims Catalogue by Mira -> produk/layanan, harga, qty/slot, ketersediaan Customer Memory -> preferensi, objection, stage Recent Chat -> konteks percakapan terbaru Internal Policy -> safety, stop rule, handoff, dan ritme manusiawi
AI
Semantic Chat Index
Semantic Chat Index adalah cara MiraChat mengubah chat, catalogue, knowledge, dan customer memory menjadi konteks siap pakai untuk MiraAI. Dari index ini MiraAI bisa membuat draft, memberi label CRM, atau menyerahkan satu kontak ke admin tanpa mematikan otonomi kontak lain.
Buka halaman Semantic Chat IndexAI
Catalogue, layanan, dan media customer
Produk, layanan, catalogue, dan dokumen bisnis menjadi sumber jawaban MiraAI. User cukup mengisi data yang benar di MiraChat; sistem akan memakai data itu otomatis saat menjawab customer.
| Sumber | Rekomendasi | Catatan |
|---|---|---|
| Media item | Upload dari Catalogue by Mira, lalu kirim dari composer | Admin bisa mengirim media item + caption nama/harga ke chat personal. MiraAI tetap memakai detail catalogue sebagai sumber utama. |
| Kode item & qty/slot | Isi kode item dan quantity/slot bila tersedia | Jika qty diisi, ketersediaan otomatis. Qty 0 selalu dianggap tidak tersedia walau status manual available; jika kosong, status manual tetap bisa dipakai untuk layanan/booking. |
| WA Catalog | Kelola di WhatsApp, salin data penting ke MiraChat | Untuk V1, sumber resmi MiraAI adalah katalog yang kamu isi di MiraChat. |
| PDF/price list | Upload ke Knowledge | MiraChat membaca isi dokumen otomatis lalu memakainya sebagai sumber jawaban. |
| Screenshot chat lama | Contoh gaya bahasa | Dipakai untuk membantu tone dan gaya balasan, bukan sebagai sumber harga utama. |
Saat customer mengirim gambar, voice, atau video
Saat customer mengirim lampiran, MiraChat menyimpan media, membaca format yang didukung, lalu memakai hasil bacaan itu bersama Brand Setup, Catalogue by Mira, Knowledge, dan chat terakhir. Jika tidak yakin, MiraAI akan bertanya balik atau menyerahkan ke admin.
| Media | Pipeline | Keputusan AI |
|---|---|---|
| Gambar | Dibaca otomatis jika format didukung. | Draft jika jelas; serahkan ke admin jika berisi bukti transfer, topik sensitif, atau gambar ambigu. |
| Voice note | Ditulis ulang menjadi ringkasan percakapan. | Draft pendek dari isi voice note; tahan jika ada komplain, pembayaran, atau instruksi sensitif. |
| Video | Diringkas jika format dan mode MiraAI yang dipakai mendukung media tersebut. | Draft hanya jika konteksnya jelas; selain itu admin diminta cek video. |
| Media tidak terbaca | Lampiran tetap tampil di inbox. | MiraAI bertanya balik atau menyerahkan ke admin, bukan menebak. |
AI
MiraAI, Credit, BYOK, dan OAuth
MiraAI adalah nama engine yang terlihat di produk. Mode paling mudah adalah MiraChat Credit karena routing chat, dokumen, gambar, audio, dan media yang didukung dikelola oleh MiraChat. BYOK dan OAuth tersedia untuk user teknis, tetapi kemampuan media dan risiko akses mengikuti mode atau akun yang dipilih.
| Mode | Untuk siapa | Catatan |
|---|---|---|
| MiraChat Credit | Owner non-teknis dan workspace produksi | Billing/top-up ada di Pengaturan. MiraChat mengatur kemampuan chat, dokumen, gambar, audio, dan media yang didukung. |
| BYOK | User teknis atau self-host | Pakai API key sendiri. Jika mode yang dipilih hanya bisa teks, MiraAI tidak bisa membaca gambar/audio/video secara langsung dan akan meminta admin mengecek lampiran. |
| OAuth akun personal | Testing cepat dengan akun AI pribadi | Lebih mudah untuk mencoba, tetapi quota, rate limit, dan akses mengikuti akun personal. Untuk produksi, Credit atau BYOK lebih mudah diaudit. |
| OAuth eksperimen | Eksperimen terbatas | Lebih berisiko untuk produksi karena bergantung pada akses akun/subscription dan dapat berubah. Rekomendasi produksi tetap Credit atau BYOK API key. |
Bantuan
Troubleshooting cepat
| Masalah | Cek dulu |
|---|---|
| QR tidak muncul | Buka Pengaturan > WhatsApp accounts, klik Buat session atau Muat ulang QR, lalu scan ulang. Jika tetap gagal, hubungi support/admin sistem. |
| MiraAI tidak menjawab | Cek mode MiraAI, saldo Credit, koneksi BYOK/OAuth, antrean Terjadwal, atau alasan ditahan di Auto Pilot. |
| Sync terlihat diam | Cek status metadata Sync. Kontak/thread/group bisa sudah sinkron walau riwayat chat lama belum turun karena history memang lazy-loaded. |
| Unread filter kosong | Unread di MiraChat mengutamakan pesan customer baru yang masuk ke dashboard. Beberapa unread lama di HP bisa tidak direplay oleh linked device; pesan baru tetap aman naik sampai admin membuka/mark-read thread. |
| Balasan salah | Lengkapi Brand Setup, Catalogue by Mira, Knowledge, harga, ketersediaan, dan SOP, lalu lihat Live Reply Preview atau test draft ulang. |
| Nomor terlihat berisiko | Matikan Auto Pilot sementara dan fokus ke chat inbound. Jangan kirim broadcast/follow-up sampai kondisi aman. |
Mulai dari Assist Mode.
Selesaikan onboarding, hubungkan WhatsApp, isi Brand Setup/Catalogue by Mira/Knowledge, lalu test draft di inbox sebelum membuka Auto Pilot lebih luas.
Masuk ke MiraChat